Mengenal Penyebab Inersia Tidur dan Cara Mengatasinya


Setelah tidur, tubuh harus merasa segar kembali. Namun ada kalanya Anda merasa pusing saat bangun tidur. Masalah tidur ini disebut inersia tidur. Pada umumnya kondisi ini hanya terjadi beberapa saat saja. Namun, ada kemungkinan bagi seseorang untuk mengalami penundaan tidur yang konstan. Ketika dia bangun, ada perasaan kebingungan yang luar biasa.

Penyebab Inersia Tidur

Beberapa penyebab inersia tidur adalah:

Tinggi gelombang delta

Gelombang delta di otak berkaitan erat dengan tidur nyenyak. Orang yang mengalami inersia tidur memiliki gelombang delta yang jauh lebih tinggi. Pada saat yang sama, gelombang beta yang terkait dengan kewaspadaan atau terjaga kurang dari biasanya.

Reaktivasi otak lambat

Saat Anda bangun, proses pengaktifan atau pengaktifan kembali bagian otak tertentu melambat. Ini juga termasuk bagian dari otak depan (korteks prefrontal) yang memainkan peran penting dalam fungsi eksekutif.

Aliran darah lambat

Sirkulasi darah yang lambat ke otak juga dapat mempengaruhi seberapa cepat seseorang mendapatkan kembali kesadaran dan kewaspadaan saat bangun tidur.

Cara mengobati inersia tidur

Jika seseorang memiliki inersia tidur yang parah yang mengganggu kehidupan, dokter akan merekomendasikan pengobatan. Rekomendasi dapat bervariasi tergantung pada apakah ada masalah tidur lainnya, seperti sleep apnea. Namun jika masalahnya tidak terlalu besar, ada langkah-langkah untuk menghindarinya melalui strategi seperti:

Jangan minum kopi terlalu banyak

Bagi pecinta kopi, Anda perlu mengatur ritme waktu terbaik untuk minum kopi. Menurut penelitian, mengonsumsi kafein pada waktu yang salah dapat mengganggu siklus tidur normal.

Tidur siang

Ternyata tidur siang singkat 10-20 menit bisa membantu mencegah inersia tidur di malam hari. Namun, ini belum tentu demikian, karena tidur siang dianggap sebagai “pembalasan” karena tidak tidur sepanjang malam. Jadi jagalah siklus tidur Anda sebaik mungkin.

Mencari sinar matahari

Ada review penelitian di tahun 2016 yang menyarankan untuk mencari matahari pagi. Tujuannya untuk mempercepat kembalinya kewaspadaan dan konsentrasi setelah bangun tidur.

Tidak hanya sinar matahari, tetapi juga cahaya dari cahaya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Pada saat yang sama, tubuh lebih siap untuk melakukan tugasnya.

Atur Ulang Jadwal Tidur

Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur kapan tertidur dan bangun. Idealnya, tubuh ingin tidur secara biologis di malam hari. Memaksa diri Anda untuk melakukan aktivitas yang sulit tepat setelah Anda bangun bisa menjadi tantangan. Apalagi saat jam biologis berpikir sudah waktunya istirahat.

Karena itu, sebisa mungkin hindari bangun dan segera lakukan tugas-tugas sulit di tengah jam biologis tubuh untuk beristirahat.