Mengenal Fat Shaming Karena Badan Yang Cukup Gendut


Ketika mereka melihat teman atau keluarga yang kelebihan berat badan, kebanyakan orang akan mempermalukan mereka dengan mengkritik ukuran, bentuk tubuh, atau cara mereka makan.

Kritikan biasanya diberikan agar orang yang kegemukan bisa menjaga pola makannya, agar bentuk tubuhnya bisa kembali ideal dan penyakit bisa dicegah. Namun, tak sedikit kritik yang justru berdampak buruk bagi fisik dan mental korban.

Apa itu fat shaming?

Fat shaming adalah mengkritik maupun melecehkan orang yang memiliki berat badan  berlebih agar membuat mereka menjadi malu pada diri mereka sendiri. Hal-hal yang dikritik mulai dari ukuran, bentuk tubuh hingga pola makan mereka menyebabkan obesitas.

Beberapa orang percaya bahwa mempermalukan lemak dapat memotivasi orang gemuk untuk menurunkan berat badan. Mereka berharap orang yang kelebihan berat badan akan makan lebih sedikit dan berolahraga lebih banyak untuk kembali ke tubuh ideal mereka.

Menurut penelitian, aktivitas mengkritik dan mempermalukan orang gemuk ini sering terjadi di media sosial. Tak jarang, kritik yang diberikan berubah menjadi intimidasi, terutama terhadap perempuan.

Sementara beberapa orang memiliki niat baik untuk menjadi gemuk, stigma dan diskriminasi terhadap orang yang kelebihan berat badan dapat memiliki konsekuensi psikologis bagi korban.

Efek Buruk Fat Shaming pada Kesehatan

Diskriminasi dan stigmatisasi orang yang kelebihan berat badan dapat menyebabkan stres. Stres saja dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan, baik fisik maupun mental. Beberapa kemungkinan efek samping dari fat shaming meliputi:

Membuat korban makan lebih banyak

Stres konyol yang dialami oleh orang yang kelebihan berat badan dapat menyebabkan mereka makan lebih banyak. Kondisi ini tentu bisa membuat berat badan mereka jadi tidak terkendali. Dalam sebuah penelitian terhadap 93 wanita, fat shaming membuat mereka makan lebih banyak kalori.

Peningkatan Risiko Depresi

Ejekan yang diterima korban fat shaming dapat meningkatkan risiko depresi. Selain itu, mereka juga berpotensi mengalami masalah psikologis lain yang terkait dengan stres yang berlebihan.

Memiliki Gangguan Makan

Lemak yang memalukan dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan gangguan makan. Salah satu gangguan makan yang bisa dialami korban adalah binge eating.

Binge eating adalah gangguan makan di mana pasien mengalami kesulitan mengendalikan nafsu makan sehingga menyebabkan mereka makan makanan dalam jumlah berlebihan. Kondisi ini kemudian menimbulkan perasaan malu dan bersalah, namun mereka tetap tidak bisa mengontrol nafsu makannya.