Terapi Bermain Untuk Mengatasi Masalah Mental Anak


Hampir setiap anak suka bermain. Bermain dapat mengasah rasa ingin tahu dan keterampilan anak. Bermanfaat juga untuk tumbuh kembang anak, maka tidak heran jika bermain dijadikan terapi. Cara ini dikenal dengan istilah terapi bermain, yang umumnya diberikan kepada anak-anak yang memiliki hal tertentu.

Apa itu terapi bermain?

Terapi bermain adalah suatu bentuk konseling atau psikoterapi yang menggunakan bermain untuk mengamati dan mengobati berbagai masalah mental dan perilaku. Terapi ini terutama digunakan pada anak usia 3-12 tahun. Karena anak pada usia tersebut seringkali belum mampu memproses emosinya sendiri atau menyampaikan perasaannya kepada orang tuanya.

Saat bermain, anak belajar memahami dunia dan lingkungannya. Saat bermain, ia dapat dengan bebas mengekspresikan perasaan batin dan emosinya yang terdalam. Dalam terapi bermain, terapis juga akan menggunakan waktu bermain untuk mengamati dan memahami permasalahan anak.

Melalui permainan, anak dapat mempelajari mekanisme koping (cara individu memecahkan masalah) dan menyusun kembali perilakunya menjadi lebih baik. Terapis juga akan menggunakan hasil pengamatan ini untuk memandu langkah selanjutnya. Terapinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Teknik terapi bermain

Terapi bermain dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Sesi terapi ini biasanya diadakan seminggu sekali atau lebih selama 30 menit hingga satu jam. Jumlah sesi yang dibutuhkan akan tergantung pada kondisi anak dan seberapa baik dia merespons jenis terapi ini.

Teknik ini dilakukan dengan cara pendekatan langsung atau tidak langsung. Dalam pendekatan langsung, terapis menentukan mainan atau permainan mana yang akan digunakan dalam sesi terapi. Pada pendekatan tidak langsung, anak dapat memilih mainan atau permainan sesuai dengan keinginannya. Sesi terapi harus dilakukan di lingkungan di mana anak merasa aman dan nyaman.

Apa yang harus diperhatikan dalam terapi bermain?

Menurut ahli, anak usia dini masih kesulitan mengendalikan emosinya. Hal ini menjadikan dunia bermain sebagai tempat yang ideal bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi, ketakutan, kemarahan, dan stres mereka. Oleh karena itu, terapi bermain sangat dibutuhkan. Berikut hal yang perlu diwaspadai:

  • Terapi bermain harus mempertimbangkan keselamatan anak. Tempat, media, waktu, dan teman bermain anak merupakan aspek yang harus dijaga keamanannya. Anda harus memilih mainan yang sesuai dengan usia dan menggunakan area bermain yang aman.
  • Fokus memperhatikan anak saat bermain tanpa diselingi aktivitas pribadi. Buang semua perangkat atau benda lain yang dapat mengganggu fokus Anda saat mengawasi anak Anda.
  • Jadikan anak sebagai pemimpin dalam permainan. Anda sebagai orang dewasa dapat berperan sebagai teman bermain dan membantunya dalam proses bermain bersama.